Minggu, 10 Juni 2012

Tentang Huruf-Huruf Jepang

Gan kali ini saya lanjutin postingan saya tentang belajar bahasa jepang.. Udah lama saya ngk lanjutin cara belajar bahasa jepang :D. Tapi yang kita pelajari sekarang yaitu tentang huruf-huruf dasar dalam bahasa jepang...

Nih artikel saya dapat dari seorang yang lama tinggal di jepang, jadi ngk di ragukan lagi kepiawanna dalam berbahasa jepang..

Okay langsung aja..

 

Huruf yang dipakai ada 4 macam, yaitu kanji, kana yaitu hiragana dan katakana, serta romaji (alfabet ABC). Ini semua harus dihapalkan, ya… sedikit demi sedikit, bisa dihapalkan dalam setahun. Tabel hiragana dan katakana bisa diunduh  disini.Tata bahasa Jepang meletakkan kata kerja di akhir kalimat sehingga terbalik dari bahasa Indonesia dan Inggris, tetapi sangat mirip dengan tata bahasa Korea.

 

Hiragana

Hiragana, menurut saya, merupakan yang paling utama dipelajari karena kurang lebih 60% bagian dari kalimat bahasa Jepang menggunakan hiragana. Hiragana merupakan lambang bunyi a i u e o, ka ki ku ke ko, dan seterusnya sehingga bisa menggantikan kanji dan seluruh kalimat Jepang bisa saja ditulis dengan hiragana semua. Namun karena bahasa Jepang tidak mengenal spasi, kalimat yang terdiri dari hiragana semua menjadi sulit dibaca. Jadi sebetulnya kanji itu mempermudah pemahaman arti. Tetapi ada perkecualian juga. Buku cerita anak usia rendah biasa menggunakan hiragana dan tanpa kanji, tetapi dengan memberikan spasi di antara kata.
Hiragana konon diturunkan dari kanji (ada beberapa buku bahasa Jepang yang menunjukkan bagaimana kanji tertentu diubah bentuknya menjadi hiragana). Bentuk hiragana bulat-bulat, banyak lengkungan, dan sejarah awalnya digunakan oleh kaum wanita.

Katakana

Selanjutnya, katakana, yang juga merupakan lambang bunyi dan turunan kanji seperti hiragana, tetapi dengan bentuk yang tajam-tajam, banyak garis-garis lurus, dan sejarahnya digunakan oleh kaum pria saja. Katakana digunakan untuk menulis kata-kata pinjaman dari bahasa asing (termasuk nama orang asing), nama tumbuhan dan hewan, kata-kata onomatope, kata seru, dan untuk memberikan penekanan pada kata.
Saya ingat orang Jepang banyak yang melafalkan bahasa Inggris seperti menggunakan bunyi katakana. Misalnya, “this is a pen” menjadi ディス・イズ・ア・ペン。(baca: “disu izu a pen”). Pertama dengar ya bingung. Lama-lama terbiasa, dan kalau sudah menangkap prinsip penggantian bunyi bahasa Inggris ke bunyi katakana, cukup membantu dalam menguasai kosa kata Jepang yang baru. Misalnya, hotel (bahasa Inggris), bahasa Jepangnya adalah “hoteru/ホテル”. Kalau terpaksa, lupa bahasa Jepangnya apa, istilah bahasa Inggris bisa kita ganti saja ke bunyi katakana, dan suka nyambung juga.

Kanji

Kanji, yang mengintimasi karena ada banyak sekali. Ada yang mengatakan jumlah kanji ada 10.000 sampai 40.000. Entahlah yang mana yang benar, tetapi sebagai untuk hidup sehari-hari hanya perlu hapal Joyou Kanji atau kanji yang dipakai sehari-hari(1945 huruf). Jouyou Kanji kabarnya akan ditambah lagi tahun ini oleh Monbukagakushou. Huh, pingsan dulu ah. Lihat disini. Sedangkan cara penulisan kanji untuk tiap level JLPT (dari N5 sampai N1) bisa lihat disini.



Sumber : andinirizky.wordpress.com

3 komentar:

  1. ahaha..

    nihon emank rada susah klo udah masuk ke bagian kanji.. tapi meneurut ane cukup menarik..|

    arigatou info nya gan...

    BalasHapus
  2. bahasa jepang emang gampangnya romajinya... tata bahasanya lebih mudah.. tensesnya ga terlalu sulit, ga ada jenis kelamin pada kata benda, dan ga ada beda antara singular dan plural. yang susah tuh aksaranya itu lho... -_-

    ada ga sih orang jepang yang bisanya romaji aja? :P

    BalasHapus
  3. typo bro, intimidasi jd "intimasi"

    BalasHapus